Senin, 09 Mei 2016

50 Penyanyi Jazz Terbaik di Dunia Sepanjang Masa

Sepanjang sejarahnya, ada banyak lagu lagu jazz baik berupa single atau album yang sukses menjadi hits dan termasuk dalam daftar lagu jazz terbaik sepanjang masa. Lagu lagu tersebut banyak dihasilkan oleh para musisi, grup, band dan penyanyi jazz terkenal dan ternama dunia. Para penyanyi jazz top kelas dunia yang terkenal kebanyakan merupakan penyanyi classic dari era lama di era 60-an dan 70-an, meski ada juga penyanyi penyanyi jazz baru yang mendunia dan populer.

Lalu siapa saja musisi jazz paling populer sepanjang masa? Berikut list musisi jazz terbaik dan paling berpengaruh di dunia hingga kini yang banyak menghasilkan karya karya baik berupa lagu, single atau album yang sukses.


Daftar 50 Penyanyi Jazz Terbaik di Dunia Sepanjang Masa :

  1. Louis Armstrong
Siapa sih yang ga tau lagu What a Wonderful World nya Louis Amstrong?
  2. Duke Ellington
Pencipta lagu, pianis, dan pemimpin band jazz dari AS tahun 1917
  3. Miles Davis
Pemain trompet, pemimpin band, dan komponis, dan selalu menjadi penggagas setiap perubahan besar yang terjadi pada jazz setelah Perang Dunia II
  4. Charlie Parker
Parker, saxophonist serta komponis yang sering juga dijuluki Bird atau Yardbird.
  5. John Coltrane
 Komponis berkebangsaan Amerika Serikat berkarier di dunia musik sejak tahun 1946 - 1967.

  6. Dizzy Gillespie
Pemain trompet, pemimpin band, komponis, dan penyanyij azz berkebangsaan Amerika Serikat


  7. Billie Holiday
 Penyanyi jazz wanita terbesar sepanjang masa dengan lagunya yang terkenal Strange Fruit


dan masih banyak yang lainnyaa....

  8. Thelonious Monk
  9. Charles Mingus
10. Count Basie
11. Lester Young
12. Ella Fitzgerald
13. Coleman Hawkins
14. Sonny Rollins
15. Sidney Bechet
16. Art Blakey
17. Ornette Coleman
18. Bill Evans
19. Art Tatum
20. Benny Goodman
21. Clifford Brown
22. Stan Getz
23. Jelly Roll Morton
24. Sarah Vaughan
25. Herbie Hancock
26. Bud Powell
27. Wayne Shorter
28. Fletcher Henderson
29. Django Reinhardt
30. Horace Silver
31. Dave Brubeck
32. Rahsaan Roland Kirk
33. Cecil Taylor
34. King Oliver
35. Sun Ra
36. Gil Evans
37. Lionel Hampton
38. Art Pepper
39. Eric Dolphy
40. Oscar Peterson
41. Charlie Christian
42. Ben Webster
43. Fats Waller
44. Earl Hines
45. Woody Herman
46. Wes Montgomery
47. J. J. Johnson
48. John McLaughlin
49. Artie Shaw
50. Lee Morgan

The Best 100 of Jazz Songs

100 Lagu Jazz Terbaik di Dunia Sepanjang Masa
Musik jazz merupakan salah satu genre musik populer yang banyak digemari oleh masyarakat. Jazz terkenal karena nada dan iramanya yang slow dan enak didengar. Meski begitu jazz juga ada yang temponya cepat, tergantung padajenis aliran jazz tersebut. Jazz banyak berkembang di negara Eropa dan Amerika Latin. Ada banyak lagu lagu jazz terbaik yang bagus dan enak didengar dengan kualitas musik yang tinggi yang beredar. Beberapa lagu terbaik beraliran jazz banyak dihasilkan oleh para musisi dan penyanyi jazz ternama, baik dari era lama maupun dari penyanyi jazz terbaru di era modern. Penyanyi penyanyi jazz dunia yang populer di kalangan pecinta musik jazz antara lain adalah Miles Davis, Charles Mingus, John Coltrane, Louis Armstrong, Wes Montgomerry dan masih banyak lagi.

Kumpulan lagu jazz banyak dihasilkan lewat album album jazz populer yang sukses menjadi hits. Lalu lagu jazz apa sajakah yang bisa dikategorikan sebagai yang terbaik dan terpopuler dengan musik berkualitas yang easy listening? Berikut tim Museum Musik akan tampilkan list 100 lagu jazz yang paling populer dalam sejarah industri musik.



  1. “So What” – Miles Davis
  2. “My Favorite Things” – John Coltrane
  3. “Take Five” – Dave Brubeck
  4. “Acknowledgement” – John Coltrane
  5. “Birdland” – Weather Report
  6. “Freddie Freeloader” – Miles Davis
  7. “Psalm” – John Coltrane
  8. “Strange Fruit” – Billie Holiday
  9. “Salt Peanuts” – Dizzy Gillespie
10. “Mercy, Mercy, Mercy” – Cannonball Adderley
11. “Goodbye Pork Pie Hat” – Charles Mingus
12. “Chameleon” – Herbie Hancock and the Headhunters
13. “Straight Life” – Freddy Hubbard
14. “The Creator has a Master Plan” – Pharaoh Sanders
15. “Blue in Green” – Miles Davis
16. “One O’Clock Jump” – Count Basie
17. “Bumpin’ on Sunset” – Wes Montgomery
18. Naima” – John Coltrane
19. “Back at the Chicken Shack” –Jimmy Smith
20. “Mister Magic” – Grover Washington, Jr.
21. “Giant Steps” – John Coltrane
22. “In a Silent Way” – Miles Davis
23. “Dolphin Dance” – Herbie Hancock
24. “In N’ Out” – Joe Henderson
25. “Resolution” – John Coltrane
26. “Alone Together” – Grant Green
27. “St. Louis Blues” – W.C. Handy
28. “Rocket Number Nine Take off for the Planet Venus” – Sun Ra and his Arkestra
29. “Tipitina” – Professor Longhair
30. “Breakfast Feud” – Charlie Christian
31. “Naguine” – Django Reinhardt
32. “It Might as Well be Spring” – Sarah Vaughan
33. “Captain Fingers” – Lee Ritenour
34. “Science Funktion” – Donald Byrd
35. “Blue Rondo A La Turk” – Dave Brubeck
36. “A Remark You Made” – Weather Report
37. “Black Satin” – Miles Davis
38. “Just the Two of Us” – Grover Washington, Jr.
39. “Minnie the Moocher” – Cab Calloway
40. “Aerial Boundaries” – Michael Hedges
41. “Red Clay” – Freddie Hubbard
42. “Round Midnight” – Thelonious Monk
43. “Bright Size Life” – Pat Metheny
44. “Maiden Voyage” – Herbie Hancock
45. “Portrait of Tracy” – Jaco Pastorious
46. “Mood Indigo” – Duke Ellington
47. “Body & Soul” – Coleman Hawkins
48. “Moanin’” – Art Blakey
49. “Straight, No Chaser” – Thelonious Monk
50. “Right Off” – Miles Davis
51. “Jelly Roll Blues” – Jelly Roll Morton
52. “Stratus” – Billy Cobham
53. “(They call me) Dr. Professor Longhair” – Professor Longhair
54. “Sun Goddess” – Ramsey Lewis
55. “Miles Beyond” – Mahavishnu Orchestra
56. “Fables of Faubus” – Charles Mingus
57. “Room 335” – Larry Carlton
58. “Epistrophy” – Thelonious Monk
59. “The Girl From Ipanema” – Getz/Gilberto
60. “Lonely Woman” – Ornette Coleman
61. “The Perfect Man” – Sun Ra and his Arkestra
62. “Hello, Dolly” – Louis Armstrong
63. “Chasin’ the Bird” – Charlie Parker
64. “Hymn of the Seventh Galaxy” – Return to Forever
65. “God Bless the Child” – Billie Holiday
66. “Cause We’ve Ended as Lovers” – Jeff Beck
67. “Tea for Two” – Art Tatum
68. “Volunteered Slavery” – Rahsaan Roland Kirk
69. “Pharoah’s Dance” – Miles Davis
70. “A Night in Tunisia” – Sonny Rollins
71. “Pursuance” – John Coltrane
72. “Satin Doll” – Duke Ellington
73. “Speak no Evil” – Wayne Shorter
74. “Chitlins Con Carne” – Kenny Burrell
75. “Potato Head Blues” – Louis Armstrong
76. “My Feet Can’t Fail Me Now” – Dirty Dozen Brass Band
77. “Cover Girl” – Larry Coryell
78. “Willow Weep for Me” – Wes Montgomery
79. “A Long Drink of the Blues” – Jackie McLean
80. “Three Views of a Secret” – Jaco Pastorious
81. “Places and Spaces” – Donald Byrd
82. “When you’re in Love” – Horace Silver
83. “Lazy River” – Pete Fountain
84. “Tones for Elvin Jones” – John McLaughlin
85. “Icarus” – Winter Consort
86. “Bemsha Swing” – Thelonious Monk
87. “Moon Tune” – Bob James/David Sanborn
88. “Eternal Child” – Chick Corea’s Elektric Band
89. “Out of the Night” – Brian Melvin Trio
90. “School Days” – Stanley Clarke
91. “Five Hundred Miles High” – Stan Getz
92. “Hog Callin’ Blues” – Charles Mingus
93. “My Funny Valentine” – Gerry Mulligan/Chet Baker
94. “Race with Devil on Spanish Highway” – Al DiMeola
95. “Moritat” – Sonny Rollins
96. “Son of Mr. Green Genes” – Frank Zappa
97. “Big Chief” – Professor Longhair
98. “Anonymous Skulls” – Medeski, Martin & Wood
99. “The Hong Kong Incident” – Jing Chi
100. “Hamp’s Hump” - Galactic


Itulah info update mengenai 100 lagu jazz paling populer sepanjang masa. Daftar tersebut tentunya bersifat subyektif. Lagu lagu tersebut bisa didownload file mp3 nya secara gratis di internet. Bagi para pecinta jazz sejati tentu sudah tidak asing dengan beberapa lagu jazz terbaik di atas, meski mungkin ada yang belum familiar. Semoga info diatas bisa menjadi referensi untuk penggemar musik jazz.

Senin, 02 Mei 2016

Let's know more about Jazz (part.2)




SEJARAH MUSIK JAZZ DI INDONESIA

Musik jazz masuk Indonesia pertama kali pada tahun 30an. Yang dibawa oleh musisi-musisi dari Filipina yang mencari pekerjaan di Jakarta dengan bermain musik. Bukan hanya mentransfer jazz saja, mereka juga memperkenalkan instrumen angin, seperti trumpet, saksofon, kepada penikmat musik Jakarta. Mereka memainkan jazz ritme Latin, seperti boleros, rhumba, samba dan lainnya.
Nama-nama musisi yang masih diingat adalah Soleano, Garcia, Pablo, Baial, Torio, Barnarto dan Samboyan. Selain bermain di Jakarta, seperti di Hotel Des Indes (sekarang Duta Merlin Plaza) dan Hotel Der Nederlander (jadi kantor pemerintahan), mereka juga bermain di kota lain, seperti di Hotel Savoy Homann – Bandung dan di Hotel Oranje (Yamato) – Surabaya.
Pada tahun 1948, sekitar 60 musisi Belanda datang ke Indonesia untuk membentuk orkestra simfoni yang berisi musisi lokal. Salah satu musisi Belanda yang terkenal adalah Jose Cleber. Studio Orkestra Jakarta milik Cleber mengakomodasi permainan musik California. Band-band baru bermunculan seperti The Progressive Trio, Iskandar’s Sextet dan Octet yang memainkan jazz dan The Old Timers yang memainkan repertoir Dixieland.
Pada tahun 1955, Bill Saragih membentuk kelompok Jazz Riders. Ia memainkan piano, vibes dan flute. Anggota lainnya adalah Didi Chia (piano), Paul Hutabarat (vokal), Herman Tobing (bass) dan Yuse (drum). Edisi selanjutnya beranggotakan Hanny Joseph (drum), Sutrisno (saksofon tenor), Thys Lopis (bass) dan Bob Tutupoly (vokal).
Band jazz yang terkenal tahun 1945 – 1950 di Surabaya beranggotakan Jack Lemmers (dikenal sebagai Jack Lesmana, ayah Indra Lesmana) pada bass/gitar, Bubi Chen (piano), Teddy Chen, Jopy Chen (bass), Maryono (saksofon), Berges (piano), Oei Boen Leng (gitar), Didi Pattirane (gitar), Mario Diaz (drum) dan Benny Hainem (clarinet).
Nama-nama musisi jazz di Bandung tahun 50 – 60an adalah Eddy Karamoy (gitar), Joop Talahahu (saksofon tenor), Leo Massenggani, Benny Pablo, Dolf (saksofon), John Lepel (bass), Iskandar (gitar dan piano) dan Sadikin Zuchra (gitar dan piano).
Musisi-musisi muda di Jakarta bermunculan tahun 70 – 80an. Di antaranya Ireng Maulana (gitar), Perry Pattiselano (bass), Embong Raharjo (saksofon), Luluk Purwanto (biola), Oele Pattiselano (gitar), Jackie Pattiselano (drum), Benny Likumahuwa (trombon dan bass), Bambang Nugroho (piano), Elfa Secioria (piano). Beberapa musisi muda lainnya mempelajari rock dan fusion, tapi masih dalam kerangka jazz. Mereka adalah Yopie Item (gitar), Karim Suweileh (drum), Wimpy Tanasale (bass), Abadi Soesman (keyboard), Candra Darusman (keyboard), Joko WH (gitar) dan lainnya.
Pertengahan tahun 80an, nama Fariz RM muncul. Ia lebih mengkategorikan musiknya sebagai new age. Namun, beberapa komposisinya bernafaskan pop jazz, bahkan latin. Indra Lesmana, Donny Suhendra, Pra B. Dharma, Dwiki Darmawan, Gilang Ramadan membentuk Krakatau, dan akhirnya kelompok ini bertransformasi menjadi Java Jazz, dengan mengganti beberapa personil.
Tahun 90an hingga sekarang, banyak sekali musisi dan kelompok jazz yang terbentuk. Musik jazz yang dibawakan tidak lagi mainstream, namun hasil distilasi berbagai musik seperti fusion, acid, pop, rock dan lainnya. Sebut saja SimakDialog, Dewa Budjana, Balawan dan Batuan Ethnic Fusion, Bali Lounge, Andien, Syaharani, Tompi, Bertha, Maliq & D’essentials dan masih banyak lagi lainnya.
Musisi jazz biasanya banyak bermunculan di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali. Hal ini disebabkan arus musik jazz lebih banyak mengalir di sana lewat pertunjukan jazz (JakJazz, Java Jazz Festival, Bali Jazz Festival), sekolah musik jazz, studio rekaman dan kafe yang menampilkan jazz. Seorang yang juga berjasa “mengalirkan” arus jazz ke Indonesia adalah Peter F. Gontha, seorang pemilik JAMZ dan pendiri pemrakarsa Java Jazz Festival.


SEJARAH MUSIK JAZZ DI INDONESIA -2

Sejarah musik jazz di Indonesia kita awali dari banyaknya pendapat tentang sejarah lahirnya musik jazz di Indonesia. Menurut Sudibyo Pr, yang merupakan seseorang pecinta jazz, sejarah musik jazz di Indonesia lahir dari pemain jazz yang berasal dari Aceh. Ia juga menambahkan bahwa pemain jazz pertama kali adalah seorang tentara. Dan para pemain musik jazz itu dipanggil untuk menghibur para pejabat tinggi Belanda dan orang-orang Indonesia yang haknya disamakan oleh orang Belanda. Pendapat lain menyebutkan bahwa sejarah musik jazz di Indonesia bersamaan dengan merebaknya musik jazz di New Orleans, Amerika di tahun 1900-an. Dan di tahun 1920 tercatat ada band bernama Black & White yang di pimpin oleh musisi yang nasionalis bernama Wage Rudolf Supratman dan band tersebut terbentuk di kota Makassar. Di tahun 1930-an juga di jakarta lahir sebuah band beraliran jazz bernama Melody Makers yang dimotori oleh Jacob Sigarlaki. Pendapat lain tentang sejarah musik jazz di Indonesia adalah musik jazz di Indonesia pertama kali dimainkan di tahun 1922. di tahun tersebut, terdapat seorang pemain saksofon dari Belanda yang datang ke Indonesia membawa teman-temannya dan membentuk sebuah band yang beraliran musik jazz.
Terlepas dari hal itu sejarah musik jazz di Indonesia kemudian berkembang, di tahun 1940-an lahir grup band beraliran musik jazz bernama Jolly Strings yang dibentuk oleh Hein Turangan di Jakarta. Di tahun 1940-an juga muncul seorang kritikus jazz bernama Harry Liem yang aktif menulis di koran Jazz Wereld. Namun, setelah Perang Dunia II, Harry Liem pindah ke Amerika dan karir sebagai penulis jazz pun ia teruskan disana. Sejarah musik jazz di Indonesia kemudian berlanjut di tahun 1950-an, di tahun tersebut ada seorang pemain piano yang bernama Nick Marnahit, ia merilis sebuah album berjudul “Sarinande”. Saat itu Nick didukung oleh Bart Risakotta seorang pemain drum dan Jim Espehana seorang pemain bass.


Sejarah Musik Jazz Di Indonesia Tahun 60-an

Sejarah musik jazz di Indonesia kemudian masuk ke tahun 1960-an, di tahun 1960-an muncul nama Billy Saragih, yang kemudian Billy Saragih dikenal lewat kelompok The Jazz Raiders, awalnya grup ini dibentuk oleh Didi Pattirane, namun setelah Didi Pattirane keluar grup musik ini kemudian diteruskan oleh Didi Tija dan Billy Saragih. Sejarah musik jazz di Indonesia pada tahun 1960-an sedikit pasang surut karena terjadi pergolakan politik yang kemudian mempengaruhi perkembangan musik jazz di Indonesia. Para musisi jazz memainkan musik jazz secara sembunyi-sembunyi karena musisi dan penggemar musik jazz saat itu dituduh sebagai antek imperialis.
Setelah tuduhan itu, dalam sejarah musik jazz di Indonesia, di tahun 1967 muncul grup musik jazz bernama Indonesia All Stars dan membuat kejutan untuk pecinta musik jazz dunia karena berhasil tampil di ajang “Berlin Jazz Festival”. Saat itu Indonesia All Stars berlatih dengan susah payah dan dengan segala keterbatasan. Grup ini terdiri dari Bubi Chen (piano), Jopie Chen (bass), Jack Lesmana (gitar), Benny Mustapha Van Diest (drum) dan juga Maryono (saksofon). Lagu-lagu yang mereka suguhkan disebut sebagai “jazz ala Indonesia”, mereka mampu untuk membawakan lagu “Djanger Bali” dan “Ku Lama Menanti” yang apabila disingkat menjadi KLM, dan ini menjadi “ucapan penghargaan dan terima kasih” atas dukungan perusahaan penerbangan Belanda, Koninklijke Luchtvaart Maatschappij atau disingkat KLM yang memfasilitasi keberangkatan Indonesia All Stars. Dalam sejarah musik jazz di Indonesia, Bubi Chen dalam ajang “Berlin Jazz Festival” tersebut mendapatkan respon yang positif dari para penulis jazz internasional, kemudian ia disebut sebagai pianis jazz terbaik di Asia dan mendapat julukan sebagai “Art Tatum Of Asia”. Art Tatum sendiri merupakan seorang pianis jazz terbesar yang meninggal di tahun 1956, setelah mengeluarkan 13 album solo.

Sejarah Musik Jazz Di Indonesia Tahun 70-an

Sejarah musik jazz di Indonesia memasuki tahun 1970-an, di tahun 70-an musik jazz Indonesia semakin marak dan mulai beraktifitas di beberapa kota besar. Seperti Jack Lesmana yang didukung oleh istrinya, Nien Lesmana, menggelar beberapa panggung musik jazz, terutama di areal Taman Ismail Marzuki dan juga di layar kaca TVRI. Dalam sejarah musik jazz di Indonesia, di tahun 1976 tedapat acara yang berjudul Jazz Masa Dulu dan Kini, disana muncul musisi belia yang bermain piano di atas pangkuan Broery Marantika. Dia merupakan musikus masa depan yang bernama Indra Lesamana. Di tahun itu juga, Jack Lesmana memperkenalkan kakak-beradik yang disebut-sebut sebagai musisi jazz berbakat dari Surabaya, Oele dan Pattiselanno. Pementasan Jazz Masa Lalu dan Kini tersebut kemudian direkam dan dirilis ke publik, dan ini merupakan rekaman live pertama di Indonesia. Dalam rekaman tersebut tampil para musisi seperti Bubi Chen, Benny Likumahuwa, Didi Tija, Benny Mustapha, Abadi Soesman, Margi Segers, Rien Djamain, Droery Marantika dan lain-lain.
Sejarah musik jazz di Indonesia berlanjut di tahun 1977, dimana Pramaqua merislis album bersama Jopie Item dan Idris Sardi, dan juga didukung oleh beberapa musisi lainnya seperti Karim Suweilah (dums), Abadi Soesman (drums), dan Wempy Tanasasle (bass). Album ini memperlihatkan duet permainan bioala Idris Sardi dengan Gitar Jopie Item. Dalam sejarah musik jazz di Indonesia, Jopie Item muncul di tahun 1970-an sebagai generasi lanjutan musik Jazz di Indonesia. Dia juga memiliki grup yang cukup terkenal bernama Jopie Item Combo.
Sejarah musik jazz di Indonesia kemudian berlanjut di tahun 1970-an juga berdiri kafe yang menjadi salah satu tempat terpenting dalam pergerakan jazz di tahun 80-an. Nama kafe tersebut adalah Green Pub terletak di pusat kota Jakarta. Dalam sejarah musik jazz di Indonesia di akhir tahun 70-an, muncul pergerakan musik jazz di kampus-kampus. Dan yang paling menonjol di Universitas Indonesia, muncul nama Chandra Darusman yang memiliki kelompok vokal bernama Chaseiro.
Sejarah musik jazz di Indonesia berlanjut. Di akhir 1970-an juga muncul musisi muda lainnya, seperti Fariz RM, Fariz merilis album jazz bernuansa rock di tahun 1978 berjudul “Sakura”. Di nakhir 70-an juga muncul penyanyi-penyanyi yang aktif di lingkungan kafe menyanyikan lagu-lagu yang bertema jazz-pop seperti Hemi Pasolima, Henry Manuputty, Utha Likumahuwa, Ria Likumahuwa dan masih banyak lagi.

Sejarah Musik Jazz Di Indonesia Tahun 80-an

Sejarah musik jazz Di indonesia di tahun 80-an muncul beberapa pelopor acara-acara musik jazz ternama, seperti “Jazz To Campus”, yang sudah menjadi agenda rutin setiap tahun di kampus UI, di tahun 1988 juga pernah ada acara jazz terbesar yaitu Jakarta Internasional Jazz Festival atau lebih dikenal dengan nama Jak Jazz. Dan mungkin sekarang lebih dikenal dengan nama Java Jazz Festival.
Dalam sejarah musik jazz di Indoneisa, di tahun 2000-an musik jazz Indonesia semakain berkembang, muncul beberapa nama musisi dengan format musik jazz yang sukses secara komersial. Sebut saja Bali Lounge, Maliq and D’Essentials, Rieka Roeslan dan masih banyak lagi. Dan yang tak boleh dilupakan adalah munculnya gitaris asal Bali bernama Balawan, yang sukses baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Let's know more about Jazz...



Banyak yang beranggapan bahwa musik jazz adalah musiknya kaum elite dan mapan. Namun bila kita menegok ke akar jazz boleh dibilang justru bertolak belakang. Jazz adalah sebuah seni ekspresi dalam bentuk musik. Jazz disebut sebagai musik fundamental dalam hidup manusia dan cara mengevaluasi nilai-nilai tradisionalnya. Tradisi jazz berkembang dari gaya hidup masyarakat kulit hitam di Amerika yang tertindas. Awalnya, pengaruh dari tribal drums dan musik gospel, blues serta field hollers (teriakan peladang). Proses kelahirannya telah memperlihatkan bahwa musik jazz sangat berhubungan dengan pertahanan hidup dan ekspresi kehidupan manusia.

Yang menarik adalah bahwa asal kata “jazz” berasal dari sebuah istilah vulgar yang digunakan untuk aksi seksual. Sebagian irama dalam musik jazz pernah diasosiasikan dengan rumah-rumah bordil dan perempuan-perempuan dengan reputasi yang kurang baik. Dalam perjalanannya kemudian, jazz akhirnya menjadi bentuk seni musik, baik dalam komposisi tertentu maupun improvisasi, yang merefleksikan melodi-melodi secara spontan. Musisi jazz biasanya mengekspresikan perasaannya yang tak mudah dijelaskan, karena musik ini harus dirasakan dalam hati. “Kalau kau menanyakannya, kau tak akan pernah tahu” begitu menurut Louis Armstrong.

Legenda jazz dimulai di New Orleans dan berkembang ke Sungai Mississippi, Memphis, St. Louis, dan akhirnya Chicago. Tentu saja musik jazz dipengaruhi oleh musik yang ada di New Orleans, tribal drums Afrika dan struktur musik ala Eropa. Latar belakang jazz tidak dapat dilepaskan dari fakta di mana jazz dipengaruhi berbagai musik seperti musik spiritual, cakewalks, ragtime dan blues. Salah satu legenda jazz yang dipercaya bahwa sekitar 1891, seorang pemilik kedai cukur rambut di New Orleans bernama Buddy Bolden meniup cornet-nya dan saat itu lah musik jazz dimulai sebagai gebrakan baru di dunia musik. Setengah abad kemudian, musik jazz di Amerika memberi banyak kontribusi di dunia musik, dipelajari di universitas, dan akhirnya menjadi sebuah aliran musik yang serius dan diperhitungkan.

Musik jazz sebagai seni yang populer mulai menyebar ke hampir semua masyarakat Amerika pada tahun 1920-an (dikenal sebagai Jazz Age). Jazz semakin marak di era swing pada akhir 1930-an, dan mencapai puncaknya di akhir 1950-an sebagai jazz modern. Di awal tahun 20-an dan 30-an, “jazz” telah menjadi sebuah kata yang dikenal umum.
Pengaruh dan perkembangan musik blues tidak dapat ditinggalkan saat membahas musik jazz di tahun-tahun awal perkembangannya. Ekspresi yang memancar saat memainkan musik blues sangat sesuai dengan gaya musik jazz. Kemampuan untuk memainkan musik blues menjadi standar bagi semua musisi jazz, terutama untuk digunakan dalam berimprovisasi dan ber-jam session. Musik blues sendiri, yang berasal dari daerah Selatan, memiliki sejarah yang sangat luas. Pemain musik blues biasanya menggunakan gitar, piano, harmonika, atau bermain bersama dalam kelompok yang memainkan alat-alat musik buatan sendiri.


SEJARAH MUSIK JAZZ DI DUNIA

Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa.Musik jazz banyak menggunakan instrumen gitar, trombon, piano, terompet, dan saksofon. Salah satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopasi.


Musik jazz pertama dari Amerika adalah benar-benar asli kontribusi kepada dunia seni masyarakat. Periode 1930an dan pada tahun 1940-an sampai sekarang adalah satu-satunya dalam sejarah ketika usia popularitas jazz lainnya hilang cahayanya semua genre musik di AS Adalah suatu masa yang dikenal sebagai era Big Band, dan selama itu seni musik adalah raja.
Popularitas jazz, dan cara bermain dalam perubahan gaya musik, waned setelah WWII. Namun band besar dari orang-orang seperti Duke Ellington, Woody Herman, Count Basie dan lain-lain upheld tradisi di tahun 1970-an dan seterusnya. Selain itu jazz kelompok kecil, terdiri dari kedua mantan band besar era soloists musisi muda baru dan sama-sama, ada lanjutan untuk memanfaatkan paralel distinctions banyak dari bahasa yang mereka bermain di ayunan dan rekaman sejak jatuhnya band yang besar. Demikian pula yang besar, pop jazz dan vocalists dari tahun 1950-an dan 1960-an yang digunakan oleh aturan dan instrumentasi arrangers dan musisi yang berkaitan dengan sebelumnya, dan pemahaman, maka kata-kata dari Big Band era.

Bahasa ayun masih hari ini diucapkan oleh sejumlah berbakat sekarang ini modern dan musisi jazz band ayunan. Pertengahan tahun 1990-an memperbaharuinya dalam ayunan musik adalah fueled by a swing dance kebangkitan dari Lindy-hop jitterbug swing dan tarian. Hari ini sukses dan sesi band-pemimpin yang acquiesce untuk merekam dan memutar musik jazz yang swings melakukannya dengan pengetahuan yang menarik perhatian adalah penggemar baru jazz agak mirip dengan rasa yang memuaskan dari ayunan penari; besar bermain lebih mudah untuk memahami dan berhubungan dengan ketika mengalir seperti itu didukung oleh halus, stabil, dan lancar yang rhythms, banyak seperti yang populer di pertengahan 1930an.